Aku bersyukur sekali pada malam hari ini. Penunjukanku sebagai koordinator tim among tamu dalam acara Malam Bhakti Karya SJ memberikan buah rohani bagiku. Aku berada di dalam kebersamaan yang hangat, berbeda pendapat namun semakin tajam dalam mencari solusi, dan penuh semangat dalam bekerja. Kehadiranku dalam rapat akhir tersebut menghadirkan fenomena nyata spiritualitas Ignatian yang rupanya diterjemahkan unik oleh sahabat Serikat Yesus. Mereka ini bekerja. Kulihat rapat ini dimulai tepat setelah mereka pulang dari bekerja. Malam seakan bukan halang rintang yang berarti, kerja menjadi prioritas tatapan ke depan. Aku berterima kasih karena aku hadir dalam suasana kerja yang kondusif ini.
Aku agak canggung juga awalnya. Maklumlah sahabat-sahabat SJ yang baru saja kutemui sore ini berada di golongan yang antonim dengan grass root society-ku. Barangkali aku terlampau banyak gaul dengan sahabat SJ berkelas sosial bawah sehingga rasa grogi-ku cukup menggema batinku.
Bersama dengan bidel unitku, fr. Dhimas, kami mengalami langsung betapa rahmat Allah bekerja dalam diri eksekutif-eksekutif ini. Mereka total mempersiapkan acara yang ditujukan khusus demi kelestarian Serikat Yesus, khususnya dalam bidang formasi. Kurasakan kehadiran Allah ada dalam tiap langkah dan pikiran yang mereka sumbangkan demi acara donasi tersebut. Aku sadar mereka bekerja untukku juga. Ah… aku diajak Allah untuk melihat kembali perjalanan hidupku sebagai seorang Yesuit.
Eksistensiku dalam Serikat Yesus rupanya tak lepas dari campur tangan Allah sendiri. Romo Hariyanto dalam khotbahnya menyinggung panggilan dan kesediaan Maria dalam menanggapi panggilan Allah. Ibu Nani memintaku untuk memimpin doa penutup. Sebuah permintaan yang menunjukkan nada mendesak, menuntut dan menguji juga. Kurasa ia ingin melihat kualitas formasi Serikat yang ia layani pada hari-hari ini. Dua pribadi ini menjadi bukti hadirnya Allah dalam hidupku. SentilanNya tajam namun dalam rupa yang sederhana. Itu cukup menggambarkan hidupku yang memang berasal dari kemurahan dan cinta Allah.
Sekali lagi aku merasa bersuka cita. Ia sungguh merawat dan melestarika Serikat yang menyandang nama PutraNya. Allah memperhatikan kami, putra-putraNya yang terus menerus berada dalam proses menjadi dalam on going formation sebagai Yesuit. Ia menganugerahkan kepada kami sebuah karya yang indah dan agung dalam kekeluargaan, semangat dan kerja keras dalam diri panitia Malam Bhakti Karya Serikat Yesus yang akan diselenggarakan tiga hari lagi. Terima kasih, Tuhan.


